DUNIA BERDURI Malam ini bidadari mengepakkan sayapnya Parfumya menimpa cahaya Hingga malam harum mempesona Berhias mimpi warna warni Diatas sayap bidadari Kita hanya santapan khayal Lamunan menjadi tuhan semesta Membiarkan diri rebah terpesona Sedangkan bumi yang kita tinggali Penuh dengan duri- duri Aku gagap menghitung waktu kemanakah usiaku...?
Postingan populer dari blog ini
MATAHARIKU PERGI SENDIRI aku yang tak mau menyerah dan kalah ingin terus berjuang meraih matahari, ku jadikan sebagai api membakar semangat ku yang beku sebab kau yang biasa mencambuk ku telah kehilangan cinta dan aroma kasih hingga kau berdalih kita tak sesuai lagi aku tak ingin kalah meskipun kau menyerah karena aku yakin kau telah melihat jalan simpang untuk kau langkahi tanpa bimbingan tanganku dengan matahari di tanganku dan cahayanya yang membakar aku tak butuh lagi hangatnya ..cintamu.
TANGISAN USAI SHOLAT MAGRIB Aku sholat magrib bersama istri dan anakku yang paling kecil. Selesai sholat setelah mengucapkan salam,aku memeluk istriku dan menciumnya. Tiba-tba ia menangis airmatanya membassahi pipinya. Aku biarkan dia menjelmakan isi hatinya dalam isakan yang haru, dan air mata bercucuran. Setelah tangisanya mereda, aku menggenggam jemarinya mengusap dan membelainya dan bertanya: “mengapa kamu menagis umi”? “sehingga kita dapat menikmati karunia Allah ini selalu bersama”. “Mengapa kamu bilang begitu Umi kataku penasaran.” Aneh banyak wanita yang menginginkan suami terkenal,berkedudukan tinggi, bergelimang harta , sebaliknya dalam kemiskinan ini istriku malah bersyukur. ”Aku bersyukur Abi karena kemiskinan ini kita didekatkan, karena engkau orang biasa. Setiap hari engkau senantiasa bersamaku, bersama anak-anak dan tetap menjadi imam di rumah ini. Aku tak dapat membayangkan jika kita bergelimang harta dan kau menjadi pejabat ternama , tetu kamu tidak ...
Komentar
Posting Komentar